Tiga Kebakaran Terjadi dalam Sepekan, Pemkab Kukar Diminta Perkuat Mitigasi

TENGGARONG, takanews.com – Rentetan kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sepanjang Oktober 2026 mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama pemerintah kecamatan hingga tingkat rukun tetangga (RT) meningkatkan kesiapsiagaan. Menurutnya, upaya menekan risiko kebakaran perlu dilakukan sebelum insiden terjadi, bukan hanya mengandalkan penanganan saat api sudah membesar.
Dalam rentang 5 hingga 13 Oktober 2026, sedikitnya tiga kebakaran besar terjadi di wilayah Kukar. Insiden tersebut menimbulkan kerusakan bangunan dalam jumlah besar, bahkan merenggut korban jiwa.
Kebakaran pertama terjadi di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, pada 5 Oktober. Peristiwa itu menghanguskan sekitar 75 bangunan milik warga.
Empat hari berselang, kebakaran melanda kawasan Jalan Jenderal Sudirman, RT 7, Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai. Sebanyak sembilan bangunan, termasuk rumah, toko, dan Kantor Bankaltimtara, dilaporkan hangus. Empat bangunan lainnya turut terdampak.
Musibah kembali terjadi pada 13 Oktober di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Kebakaran di lokasi tersebut menewaskan seorang ayah bersama dua anaknya.
Rangkaian kejadian itu menjadi perhatian Pemkab Kukar, khususnya dalam mengevaluasi kesiapan lingkungan menghadapi potensi kebakaran. Rendi menilai pemetaan kawasan rawan dan penguatan mitigasi perlu dilakukan secara terkoordinasi agar langkah antisipasi bisa diterapkan sesuai kondisi setiap wilayah.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Kita perlu memastikan setiap wilayah memiliki langkah antisipasi yang jelas, sehingga potensi bahaya bisa dikenali lebih awal,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).
Ia meminta OPD teknis berkoordinasi dengan camat, lurah, kepala desa, serta pengurus RT untuk mengidentifikasi kerawanan di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut dapat disertai dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan meningkatkan patroli malam.
Selain kesiapan aparat, keterlibatan masyarakat juga dinilai penting. Warga perlu mendapat pemahaman mengenai pencegahan kebakaran, mulai dari memeriksa instalasi listrik, menggunakan peralatan memasak secara aman, hingga memastikan sumber api tidak dibiarkan menyala tanpa pengawasan.
Rendi menegaskan, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kawasan permukiman yang memiliki bangunan berdekatan. Kondisi lingkungan seperti itu memerlukan kewaspadaan lebih tinggi karena kebakaran berpotensi merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Yang harus kita utamakan adalah keselamatan masyarakat. Karena itu, langkah pencegahan dan kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Di sisi lain, penguatan mitigasi juga perlu dibarengi dengan kesiapan petugas pemadam kebakaran dan relawan. Rendi meminta ketersediaan peralatan, pelatihan, perlindungan personel, serta dukungan operasional menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia turut menyoroti peran Barisan Sukarelawan Kebakaran (Balakarcana) yang membantu penanganan kebakaran di lingkungan masyarakat. Dukungan sarana dan prasarana dinilai penting agar para relawan dapat menjalankan tugas dengan aman dan efektif.
“Relawan memiliki peran penting di lapangan. Karena itu, kesiapan personel harus didukung peralatan yang memadai,” katanya.
Rendi berharap penguatan pencegahan dan penanganan kebakaran dapat masuk dalam perencanaan program serta penganggaran daerah. Dengan dukungan tersebut, upaya mitigasi diharapkan tidak berhenti pada imbauan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kesiapan personel, fasilitas, dan koordinasi lintas wilayah.
Ia juga mengingatkan agar langkah antisipasi tidak baru dilakukan setelah muncul korban maupun kerugian akibat kebakaran. Pemerintah dan masyarakat, menurutnya, perlu membangun kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya melindungi keselamatan warga. (sr/adv)
