DPMD Kukar Kaji Internet Gratis untuk 3.212 RT, Anggaran Disiapkan dari Program RT-KU Terbaik

17 Oktober 2026

TENGGARONG, takanews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengkaji pemanfaatan Program RT-KU Terbaik untuk memperluas akses internet hingga ke lingkungan rukun tetangga (RT). Salah satu opsi yang diusulkan ialah pengadaan perangkat internet beserta biaya berlangganan selama tiga bulan.

Gagasan tersebut disiapkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dengan menyasar 3.212 RT. Usulan ini muncul di tengah persiapan pelaksanaan Program RT-KU Terbaik yang tahun ini mengalokasikan anggaran Rp50 juta untuk setiap RT.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menjelaskan penyediaan perangkat dan kuota internet diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp12 juta. Dengan skema tersebut, setiap RT berpeluang memiliki fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

“Di angka Rp12 juta itu semua perangkat bisa dibeli, sampai pembayaran kuota internetnya untuk tiga bulan, insyaallah bisa,” kata Arianto, Jumat (16/10/2026).

Menurut Arianto, pemilihan kegiatan perlu mempertimbangkan waktu pelaksanaan program yang relatif terbatas. Pemkab Kukar menargetkan Program RT-KU Terbaik mulai berjalan pada Oktober 2026, sehingga diperlukan kegiatan yang memungkinkan untuk dipersiapkan dan diterapkan dalam waktu singkat.

Karena itu, DPMD berupaya merumuskan program yang tidak hanya mudah direalisasikan, tetapi juga bisa dilaksanakan secara serentak di lingkungan RT. Akses internet menjadi salah satu alternatif yang kini tengah dipertimbangkan.

“Kami mendorong adanya kegiatan yang nanti spesifik bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT. Rencana kita, mudah-mudahan salah satunya akan kita dorong untuk mengadakan peralatan internet desa gratis,” ujarnya.

Meski demikian, rencana tersebut belum ditetapkan sebagai kegiatan resmi. DPMD Kukar masih harus melakukan simulasi pembiayaan untuk memastikan skema pengadaan perangkat dan pembayaran kuota dapat diterapkan melalui program tersebut.

Persetujuan pimpinan juga menjadi salah satu tahapan yang harus dipenuhi sebelum usulan direalisasikan. Selain mempertimbangkan kemampuan anggaran, pemerintah daerah perlu memastikan program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Bupati Kukar serta kebutuhan masyarakat.

“Kalau misalnya nanti kita simulasikan, pimpinan setuju, kemudian juga itu kebutuhan yang memang sesuai janji Pak Bupati sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat, insyaallah kita laksanakan,” tutup Arianto.

Jika disetujui, penyediaan fasilitas internet ini berpotensi menjadi salah satu kegiatan dalam Program RT-KU Terbaik. Namun, kepastian jumlah RT penerima, mekanisme pelaksanaan, dan realisasi anggarannya masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut. (sr/adv)


Baca Juga