Pelatihan Branding dan Packaging Dorong UMKM Nunukan Naik Kelas, Tak Cukup Andalkan Rasa

NUNUKAN, takanews.com – Produk UMKM dengan rasa dan kualitas yang baik belum tentu mampu menembus pasar lebih luas jika tidak ditopang kemasan menarik, identitas produk yang kuat serta strategi pemasaran yang tepat.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan dan pihak terkait melalui Pelatihan Branding dan Packaging bagi Kelompok UP2K PKK dan UMKM di Pulau Nunukan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (23-24 September 2026), di Aula BKPSDM Kabupaten Nunukan itu diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari tampilan hingga pemasaran.
Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut audiensi Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan melalui Pokja II dengan sejumlah perangkat daerah dan pihak terkait. Audiensi yang dilaksanakan setiap awal tahun itu menjadi sarana menyinergikan program pemberdayaan masyarakat, khususnya pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan, Mardiana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Nunukan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan serta BDP.
“Alhamdulillah hari ini terselenggara pelatihan branding dan packaging. Ini merupakan salah satu tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan. Dari audiensi tersebut disepakati untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program Pokja II,” ujar Mardiana, Rabu (23/9/2026).
Menurut Mardiana, pelatihan ini menjadi penting karena sebagian besar peserta merupakan kelompok UP2K dan UMKM yang baru mulai mengembangkan produknya.
Bahkan, sekitar 90 persen peserta merupakan kelompok yang baru menciptakan produk. Kondisi tersebut membuat sebagian produk masih menggunakan kemasan sederhana dan belum memiliki identitas usaha yang kuat.
“Sekitar 90 persen peserta hari ini merupakan kelompok-kelompok UMKM atau UP2K yang baru menciptakan produk. Karena itu, kemasannya masih sangat sederhana dan sebagian bahkan belum memiliki logo sendiri,” jelasnya.
Bukan Sekadar Kemasan
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diajarkan bagaimana membuat kemasan yang lebih menarik. Mereka juga diperkenalkan dengan konsep kemasan ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di Nunukan.
Branding juga menjadi bagian penting. Pelaku UMKM diarahkan memahami bagaimana membangun identitas produk mulai dari pembuatan logo, tampilan produk hingga cara memperkenalkan produk melalui media sosial.
Mardiana menilai kemampuan membangun merek menjadi semakin penting karena kondisi geografis Nunukan yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri dalam distribusi dan pemasaran produk.
“Branding ini penting. Kita tahu kondisi geografis Nunukan yang terdiri dari banyak pulau membuat akses pemasaran juga memiliki tantangan tersendiri,” katanya.
Karena itu, pelaku UMKM didorong tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional. Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen di luar lingkungan tempat usaha mereka.
“Karena itu, kita berharap UMKM bisa menciptakan branding yang baik, mulai dari membuat logo, mengemas produknya di media sosial sampai memanfaatkan media sosial sebagai akses pemasaran,” lanjutnya.
Hari Kedua Langsung Praktik
Pelatihan tersebut juga tidak berhenti pada penyampaian materi secara teori.
Pada hari kedua, peserta diminta membawa laptop atau telepon seluler untuk mengikuti praktik secara langsung. Dengan demikian, pengetahuan mengenai branding, packaging dan pemasaran digital dapat langsung diterapkan pada produk masing-masing.
“Kami berharap kegiatan selama dua hari ini bisa benar-benar maksimal diserap teman-teman UMKM. Jangan sampai datang, pulang, kemudian lupa,” ujar Mardiana.
Ia mengimbau peserta memanfaatkan sesi praktik tersebut untuk mulai membenahi identitas dan tampilan produk mereka.
“Karena itu, pada hari kedua kami mengimbau peserta membawa laptop atau minimal HP agar materi yang diberikan bisa langsung dipraktikkan,” sambungnya.
Selain pelatihan, kolaborasi lintas pihak tersebut juga disebut sejalan dengan rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Nunukan dan KPPN dalam pengembangan UMKM. Draft nota kesepahaman atau MoU disebut telah disepakati dan tinggal menunggu jadwal penandatanganan.
Dalam kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Nunukan turut mendukung sebagian besar anggaran kegiatan, sementara BDP memberikan dukungan melalui narasumber.
Dari Produk Lokal Menuju Pasar Lebih Luas
Pelatihan branding dan packaging diharapkan menjadi titik awal bagi kelompok UP2K dan UMKM di Pulau Nunukan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.
Sebab, persaingan produk saat ini tidak hanya ditentukan oleh rasa dan kualitas. Konsumen juga dihadapkan pada pilihan produk dengan tampilan, identitas merek dan strategi pemasaran yang beragam.
Kemasan menjadi pintu pertama yang memperkenalkan sebuah produk. Sementara branding membantu konsumen mengenali dan mengingat produk tersebut.
Di sisi lain, pemanfaatan media digital membuka peluang bagi pelaku UMKM Nunukan untuk memperluas jangkauan pemasaran di tengah tantangan geografis daerah.
Dengan demikian, upaya mendorong UMKM naik kelas tidak berhenti pada peningkatan kemampuan produksi. Pelaku usaha juga perlu dibekali kemampuan membangun identitas produk, membuat kemasan yang layak jual serta memanfaatkan teknologi digital untuk menemukan pasar baru.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokal Nunukan sekaligus membuka peluang agar produk UMKM tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. (*/nug)
